|

Lihatlah judul tulisan saya di atas. Apa yang terbayang dalam benak Anda? Saya tidak akan membatasi imajinasi Anda. Namun konotasi yang timbul dari kalimat itu tetaplah sesuatu yang tidak menyenangkan bukan?! Mungkin mendekati arti kecewa untuk level terendahnya dan mungkin kegagalan dalam level yang lebih tinggi.
Siapapun pasti pernah mengalami kekecewaan pun kegagalan. Hidup kita seolah bersahabat dengan dua hal tersebut, tentu saja masih banyak juga rasa yang lain dalam hidup ini. Itu hanya merupakan sebagian dari nuansa hidup yang harus kita rasakan. Selebihnya, masih banyak tersimpan hal manis di sana.
Pahit memang ketika kita mengalami kegagalan atau kecewa. Dan jikapun kita tidak mengalaminya, namun jika kita melihat orang lain yang kita sayangi mengalami kegagalan maka ikut sedihlah hati kita. Seperti yang saya rasakan tadi malam ketika membaca blog seorang teman lama. Saya sudah lama tidak membuka-buka blog dia, pun kabar tentang dia nyaris tak ada. Dan apa yang saya baca membuat hati saya sedih. Di usia yang masih muda dia harus menerima keadaan terpahit yang harus dialami seorang wanita, yaitu menyandang sebuah status yang tidak pernah ada orang inginkan dalam hidupnya. Entah apa masalahnya, saya kurang paham. Tapi yang jelas saya belajar dari sana bahwa hanya ada satu jalan agar kita tak terlampau sakit hati atas kekecewaan atau kegagalan yang ada. Bersahabatlah dengan keadaan! Mungkin itu cara termudah mengatasi rasa sesal yang ada...
*kepada seorang teman yang tak tersebut namanya: semoga kau sabar dan senantiasa dalam pertolonganNya..


